Istilah-Istilah dalam Asuransi Jiwa Terbaru Wajib Diketahui

Bertemu lagi dengan Jasa Konsultasi Asuransi Jiwa Surabaya, kali ini kami akan membahas istilah dalam asuransi jiwa. Ada berbagai istilah dalam asuransi jiwa yang sangat penting untuk dipahami. Sebab berbagai istilah ini akan memudahkan Anda sebagai nasabah dalam mengurus dan menjalankan program asuransi. Beberapa istilah tersebut adalah premi, polis, pihak tertanggung, lapse, dan lain sebagainya. Inilah istilah-istilah tersebut selengkapnya.

Ingin Konsultasi Asuransi Jiwa? Hubungi Nomor HP/WA : 081803081010

Istilah dalam Asuransi Jiwa yang Harus Dipahami

Agar memudahkan Anda dalam memahami istilah yang digunakan di asuransi jiwa, berikut ini adalah referensi yang bisa Anda gunakan:

1. Polis Asuransi

Polis Asuransi
Sumber Foto : Cnbc.com

Istilah dalam asuransi jiwa yang pertama adalah polis asuransi. Maksud dari polis adalah kontrak perjanjian kerjasama antara perusahaan penyedia layanan asuransi dengan nasabah atau pemegang polis. Kontrak kerja sama tersebut dilakukan secara tertulis dan memiliki kekuatan hukum. Semua kontrak kerja sama antara perusahaan penyedia layanan asuransi dengan pemegang polis disebut sebagai polis asuransi. Baik jenis asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kerugian, dan jenis asuransi lainnya.

Isi di dalam polis asuransi meliputi perjanjian atau kesepakatan yang menyatakan bahwa pihak perusahaan penyedia layanan asuransi bersedia menanggung risiko yang akan menimpa pihak tertanggung di masa mendatang. Di dalam kontrak tersebut biasanya juga tertulis jangka waktu perjanjian. Serta perjanjian yang menyatakan bahwa pihak tertanggung akan mendapatkan perlindungan dari perusahaan penyedia layanan asuransi.

Baca Juga : Apa Saja yang Termasuk Cakupan Asuransi Jiwa? Cek Disini

Bila memenuhi kewajibannya, yakni membayar uang premi secara rutin dengan nilai yang telah disepakati antara kedua belah pihak. Tidak hanya itu saja di dalam polis asuransi juga tertera:

  • Persyaratan umum polis.
  • Rincian kewajiban dan hak perusahaan penyedia layanan asuransi.
  • Nama pihak pemegang polis.
  • Penawaran manfaat asuransi yang akan diberikan.
  • Pasal yang berisikan informasi yang membatalkan polis.
  • Pasal yang berisikan informasi mengenai pengecualian proteksi.
  • Ketentuan khusus.
  • Salinan surat permohonan asuransi atau surat klaim.
  • Lembar pertanggungan.

Polis asuransi harus disimpan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak dan orang asing karena polis asuransi merupakan dokumen penting yang memiliki kekuatan hukum. Dokumen yang paling penting saat akan melakukan klaim adalah polis asuransi, jadi sebaiknya simpan dengan baik dan jangan sampai hilang.

2. Tertanggung

Istilah dalam asuransi jiwa satu ini digunakan pada polis asuransi yang merujuk pada pihak atau orang yang namanya tertera pada polis asuransi. Tertanggung merupakan seseorang yang akan mendapatkan perlindungan, biasanya didominasi oleh tulang punggung keluarga. Tapi bisa dari anggota keluarga yang lain seperti istri, anak, orang tua dan lainnya karena siapa saja bisa menjadi tertanggung. Bila Anda ingin menggunakan asuransi jiwa, maka Andalah yang menjadi pihak tertanggung.

Dengan demikian ketika terjadi risiko yang tertera di polis asuransi, maka Anda dan keluarga akan mendapatkan uang ganti rugi atas terjadinya risiko tersebut. Bila risiko yang terjadi merupakan meninggalnya tertanggung maka uang pertanggungan akan diberikan kepada ahli waris yang telah ditunjuk dalam polis. Perlu Anda tahu bahwa tertanggung sebenarnya tidak sama dengan pemegang polis. Pasalnya pihak tertanggung belum tentu sebagai pihak pemegang polis.

Contohnya, Anda merupakan seorang kepala keluarga dan akan membeli sebuah produk asuransi kesehatan untuk diri Anda dan keluarga. Di sini Anda bertindak sebagai pemegang polis sekaligus tertanggung sedangkan istri dan anak Anda tidak termasuk pemegang polis tapi hanya sebagai tertanggung.

Baca Juga : Apa Itu Asuransi Jiwa Pesawat Terbang? Ini Pengertiannya

3. Premi Asuransi

Mungkin Anda sudah sering mendengar istilah premi asuransi. Istilah dalam asuransi jiwa satu ini digunakan untuk menyebut biaya yang ditetapkan pada polis asuransi sebagai biaya pengalihan resiko dari pemegang polis ke pihak perusahaan penyedia layanan asuransi. Nilai uang premi asuransi ditentukan oleh pihak perusahaan penyedia layanan asuransi yang telah disepakati oleh pemegang polis. Besar kecilnya nilai premi asuransi ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya:

  • Cakupan perlindungan yang ditawarkan oleh pihak perusahaan asuransi.
  • Usia tertanggung.
  • Jenis kelamin.
  • Gaya hidup tertanggung.
  • Rekam medis tertanggung.
  • Bidang pekerjaan tertanggung.

Pada umumnya semakin lengkap cakupan perlindungan yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi, tentunya akan semakin tinggi nilai preminya.

4. Biaya Akuisisi

Biaya Akuisisi
Sumber Foto : Abisgajian.id

Biaya akuisisi merupakan istilah dalam asuransi jiwa yang digunakan untuk menyebut biaya yang harus dibayarkan oleh pemegang polis dalam mendapatkan layanan sebagai nasabah. Istilah lain dari biaya akuisisi yaitu biaya penerbitan polis. Secara umum biaya penerbitan polis sudah mencakup pembayaran biaya agen asuransi dan juga biaya operasional perusahaan penyedia layanan asuransi.

Ingin Konsultasi Asuransi Jiwa? Hubungi Nomor HP/WA : 081803081010

5. Lapse

Istilah lapse pada asuransi digunakan untuk menyebut terjadinya pembatalan polis asuransi. Pembatalan polis bisa terjadi ketika pemegang polis tidak melakukan pembayaran premi. Bila pemegang polis tidak membayar premi yang diwajibkan melampaui batas masa tenggang (Grace Period) maka akan secara otomatis polis asuransi dibatalkan atau lapse.

Biasanya batas masa tenggang pembayaran polis asuransi yakni selama 45 hari. Ketika asuransi yang Anda miliki berstatus lapse maka Anda tidak bisa melakukan klaim meskipun mengalami risiko yang ditanggung asuransi.

6. Cuti Premi

Cuti Premi
Sumber Foto : Satutumbuhseribu.valbury.co.id

Istilah dalam asuransi jiwa selanjutnya yang tidak kalah penting dan harus Anda tahu adalah cuti premi. Istilah ini digunakan untuk menyebut periode waktu tertentu yang memperbolehkan pemegang polis. Berhenti membayar premi atau tidak membayar premi pada periode tertentu tanpa perlu kehilangan manfaat asuransi. Umumnya cuti premi berlaku untuk jenis asuransi yang memiliki fitur investasi seperti asuransi unit link.

7. Asuransi Tambahan

Istilah dalam asuransi jiwa selanjutnya yang tidak kalah penting diketahui adalah istilah asuransi tambahan atau rider. Istilah satu ini digunakan untuk menyebut manfaat tambahan yang bisa didapatkan dengan menambahkannya ke dalam asuransi dasar. Asuransi tambahan umumnya memiliki nilai premi yang lebih rendah dibandingkan asuransi dasar karena fungsinya hanya sebagai pelengkap saja.

Baca Juga : Mengenal Fitur Asuransi Jiwa Seumur Hidup Face Amount

8. Nilai Tunai

Istilah nilai tunai atau cash value umumnya akan ditemukan pada jenis asuransi jiwa unit link dan asuransi dwiguna. Istilah satu ini digunakan untuk menyebut total uang yang bisa dicairkan oleh pemegang polis pada periode tertentu. Sebagai contohnya pada jenis asuransi jiwa unit link yang memiliki fitur perlindungan sekaligus investasi. Nilai tunai di dalamnya merupakan hasil investasi yang dilakukan oleh perusahaan asuransi dari dana yang disetorkan pemegang polis secara rutin.

Jadi itulah beberapa istilah dalam asuransi jiwa yang harus Anda pahami sebelum memutuskan untuk membeli produk asuransi. Meski terlihat sederhana, namun penting bagi nasabah untuk mengetahui dengan pasti berbagai istilah dalam asuransi jiwa. Tujuannya agar tidak ada kesalahpahaman atau kekeliruan informasi ketika proses asuransi berjalan.

Selain itu, bagi Anda yang sedang mencari produk asuransi jiwa terbaik, produk asuransi jiwa dari AIA menjadi salah satu pilihan yang tepat. AIA termasuk salah satu perusahaan asuransi terkemuka di Indonesia yang telah memiliki banyak nasabah dan telah terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Ingin Konsultasi Asuransi Jiwa? Hubungi Nomor HP/WA : 081803081010

Leave a Comment