Penyebab Mahalnya Biaya Pendidikan di Indonesia, Apa Saja?

Bertemu lagi dengan Jasa Konsultasi Asuransi Surabaya, kali ini kami akan membahas mahalnya biaya pendidikan. Setiap orang tentu ingin memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Semakin tinggi jenjang pendidikannya, maka kehidupan anak di masa depan akan memiliki prospek yang semakin cerah. Namun sayang, mahalnya biaya pendidikan di Indonesia kerap menjadi hambatan bagi sebagian masyarakat.

Ingin Konsultasi Asuransi? Hubungi Nomor HP/WA : 081803081010

Tidak sedikit anak yang putus sekolah atau tidak lanjut ke jenjang yang lebih tinggi dengan alasan keterbatasan ekonomi. Hal inilah yang kemudian berimbas pada masa depan mereka yang kesulitan mencari pekerjaan hingga menyebabkan meningkatnya jumlah pengangguran di Indonesia.

Tingginya biaya pendidikan di Indonesia disebabkan oleh beberapa hal. Namun hal ini tidak berarti akan mustahil dijangkau bila Anda telah memiliki perencanaan keuangan yang baik. Untuk mengetahui selengkapnya mengenai penyebab tingginya biaya pendidikan di Indonesia, simak penjelasannya berikut.

Baca Juga : Apa Itu Hepatitis Fulminan? Ini Pengertian Secara Lengkap

3 Penyebab Mahalnya Biaya Pendidikan di Indonesia

3 Penyebab Mahalnya Biaya Pendidikan di Indonesia
Sumber Foto : Pintek.id

Setiap tahun, biaya pendidikan akan selalu mengalami kenaikan. Kenaikan biaya pendidikan ini dikarenakan adanya faktor inflasi. Sehingga terlihat jelas sekali perbandingan biaya pendidikan tahun ini dengan 10 tahun sebelumnya. Bahkan dikatakan bahwa biaya pendidikan akan terus naik sebesar 15-20% setiap tahunnya. Selain faktor inflasi, mahalnya biaya pendidikan di Tanah Air juga disebabkan oleh 3 faktor berikut:

1. Kurangnya Subsidi dari Pemerintah serta Realisasi Anggaran Pendidikan yang Tidak Sesuai

Pemerintah memegang peranan penting dalam pendidikan di Indonesia. Sebenarnya pemerintah sudah mengalokasikan anggaran khusus untuk pendidikan. Namun rupanya masih kurang untuk mensubsidi pendidikan di Indonesia.

Sebelumnya, anggaran yang dipersiapkan untuk pendidikan sebesar 20% dari APBN. Akan tetapi rupanya masih ada tarikan-tarikan yang dimaksud menunjang, tapi ternyata justru membebani. Maka dari itu, akhirnya anggaran untuk pendidikan hanya sebesar 2-5% dari APBN. Jumlah tersebut membuat berkurangnya subsidi sehingga orangtua siswa harus menanggung beban biaya sekitar 63-87% dari total biaya pendidikan yang harus dibayar.

Dalam realisasi anggaran pun rupanya masih belum tepat sasaran dan tidak maksimal. Pada prakteknya, anggaran dari pemerintah tidak seluruhnya digunakan untuk dunia pendidikan. Hal inilah yang kemudian semakin mempersulit orangtua peserta didik terutama dari kalangan menengah ke bawah untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak-anaknya.

Ingin Konsultasi Asuransi? Hubungi Nomor HP/WA : 081803081010

2. Adanya Komersialisasi Pendidikan

Tingginya biaya pendidikan di Tanah Air juga tak luput disebabkan dari adanya komersialisasi pendidikan. Hal ini ditunjukkan dari adanya biaya yang dibebankan pada orangtua peserta didik terhadap kegiatan di luar kurikulum. Salah satu contohnya adalah biaya untuk study tour.

Komersialisasi pendidikan juga terlihat dari tidak sebandingnya biaya yang dibayarkan dengan fasilitas, sarana, serta standar mutu yang didapatkan siswa. Pada kasus ini, biaya yang harus dibayarkan orangtua peserta didik biasanya jauh lebih tinggi bahkan justru setara dengan pembiayaan di satuan yang telah standar.

3. Kesejahteraan Guru

Kesejahteraan guru di Indonesia masih belum sepenuhnya merata. Banyak guru yang kesejahteraannya masih rendah, terutama guru honorer. Guru honorer masih belum diberikan penghargaan secara layak atas balas jasanya. Sering terdengar kasus seperti guru honorer yang mendapatkan gaji tiga bulan sekali, harus menunggu dana swadaya dari masyarakat dan masih banyak lagi kasus lainnya.

Padahal guru berada di garda terdepan dalam dunia pendidikan yang dapat menentukan kualitas pendidikan di suatu negara. Sehingga sudah sepantasnya kesejahteraan guru diperhatikan dengan lebih baik lagi.

Ingin Konsultasi Asuransi? Hubungi Nomor HP/WA : 081803081010

Cara Menyiasati Mahalnya Biaya Pendidikan

Cara Menyiasati Mahalnya Biaya Pendidikan
Sumber Foto : Cerdasbelanja.grid.id

Biaya pendidikan selangit tidak lantas menyurutkan keinginan orangtua untuk menyekolahkan anaknya setinggi mungkin. Perlu sedikit siasat untuk mempersiapkan dana pendidikan mengingat biayanya yang akan terus naik setiap tahun. Ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Berikut diantaranya.

Baca Juga : MDIT Adalah: Pengertian dan Bedanya dengan MDRT Asuransi

1. Menabung

Menabung adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meraih apapun tujuan Anda di masa depan, salah satunya untuk biaya pendidikan anak. Menabung memang membutuhkan niat yang kuat dan konsistensi supaya bisa terwujud sesuai target.

Mulailah menabung sedikit demi sedikit dengan menyisihkan sebagian penghasilan. Lakukan secara rutin dengan nominal yang sama, dan pastikan untuk tidak mencampur tabungan dengan uang belanja. Akan lebih baik bila Anda membuat rekening khusus untuk tabungan supaya uang tabungan tidak terpakai untuk urusan yang lain.

Ingin Konsultasi Asuransi? Hubungi Nomor HP/WA : 081803081010

2. Investasi

Untuk mempersiapkan biaya pendidikan anak jangka panjang, misalnya 10 tahun ke depan, Anda bisa mulai mempersiapkannya dengan investasi. Investasi berbeda dengan menabung. Jika menabung hanya mengumpulkan, maka investasi adalah mengumpulkan sekaligus mendapatkan keuntungan. Keuntungan investasi biasanya akan semakin besar jika jangka waktunya semakin panjang.

Beberapa jenis investasi yang bisa Anda pertimbangkan diantaranya emas, properti, saham, reksadana, dan masih banyak lagi. Produk-produk investasi tersebut cenderung naik harganya setiap tahun sehingga akan sangat membantu mempersiapkan biaya pendidikan anak di masa mendatang.

3. Asuransi Pendidikan

Memiliki asuransi pendidikan juga bisa menyiasati tingginya biaya pendidikan di Indonesia. Asuransi pendidikan itu sendiri terdiri dari 2 jenis, yaitu unit link dan dwiguna. Asuransi pendidikan unit link adalah kombinasi antara layanan asuransi dengan investasi. Sedangkan asuransi pendidikan dwiguna menjamin dana pendidikan anak apabila orangtua tidak bisa mencari nafkah lagi akibat kondisi tertentu seperti cacat total atau kematian.

Asuransi pendidikan seringkali tidak terpikirkan oleh masyarakat mengingat biaya preminya yang juga cukup besar. Akan tetapi asuransi jenis ini justru akan sangat membantu orangtua dalam mempersiapkan dana pendidikan anak di masa mendatang terlebih biaya pendidikan yang terus meningkat.

Ingin Konsultasi Asuransi? Hubungi Nomor HP/WA : 081803081010

Nah supaya asuransi pendidikan anak yang dipilih tidak akan menjadi bumerang di masa depan, orangtua harus memperhatikan beberapa hal saat memilih asuransi pendidikan yang tepat. Adapun ciri-ciri dari asuransi pendidikan yang baik dan terpercaya adalah sebagai berikut:

  • Telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Sudah memiliki reputasi serta track record yang baik.
  • Perusahaan penyedia layanan asuransi memiliki informasi yang jelas dan detail mengenai produk asuransi pendidikan mereka.
  • Sesuai dengan jumlah dana yang tersedia.

Salah satu produk asuransi pendidikan anak yang bisa Anda pilih adalah Proteksi Edukasi Maksima (Eduplan) dari AIA. Produk ini selain dapat dibeli dari AIA juga bisa dibeli melalui bank BCA. Asuransi pendidikan AIA ini memberikan manfaat sebagai berikut:

Baca Juga : Apa Itu Terminal Illness? Ini Pengertian dan Contoh

  1. Manfaat pendidikan yang dijamin sebesar total 200% dari uang pertanggungan ketika anak berusia 18-21 tahun.
  2. Pembebasan premi dengan adanya asuransi tambahan Payor Waiver Edu bila pemegang polis mengalami cacat tetap atau meninggal dunia.
  3. Manfaat yang diberikan bila tertanggung (anak) meninggal dunia.
  4. Manfaat tambahan bila tertanggung meninggal dunia akibat kecelakaan.
  5. Pembebasan premi dengan adanya asuransi tambahan Payor Waiver Edu Comprehensive Critical Cover apabila pemegang polis terdiagnosis salah satu dari Penyakit Kritis (58 kondisi) major.

Untuk mengetahui berapa biaya premi yang perlu dibayarkan serta persyaratannya, Anda bisa mendapatkan informasinya dari website resmi AIA. Demikian penjelasan mengenai penyebab mahalnya pendidikan di Indonesia. Semoga bermanfaat.

Ingin Konsultasi Asuransi? Hubungi Nomor HP/WA : 081803081010

Leave a Comment